Archive for November 2013


  •                 Orang yang selalu mengenang masalalu, kemudian bersedih atas kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu, sama artinya dengan membunuh semangat, memutuskan tekad dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

                    Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masalalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruangpengelupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya. Atau, diletakandidalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian karena masalalu telah berlau, habis dan telah menjadi kenangan. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan takkan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tak akan menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

                    Jangan pernah hidup dalam mimpi buruk masalalu, atau dibawah paying gelap masa silam. Selamatkan diri Anda dari bayangan masa lalu! Apakah Anda ingin mengembalikan air sungai ke hulu? Matahari ketempatnya terbit? Seorok bayi ke perut ibunya? Air susu ke payudara sang ibu? Dan air mata kedalam kelopak mata? Ingatlah! Keterikatan Anda dengan masalalu, keresahan Anda atas apa yang telah terjadi padanya, keterbakaran emosi jiwa Anda oleh api panasnya, dan kedekatan jiwa anda pada pintunya adalah kondisi yang sangat naïf, ironis, memprihatinkan, dan sekaligus menakutkan.!

                    Membaca kembali lembaran masa lalu hanya akan memupuskan masa depan, mengendurkan semangat, dan menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Dalam Al-Qur`an, setiap kali usai menerangkan kondisi suatu kaum dan apa saja yang telah mereka lakukan, Allah selalu mengatakan “itu adalah umat yang lalu”. Begitulah ketika suatu perkara habis, maka selesai pula uusannya. Dan tak ada gunanya mengurai kembali bangkai zaman dan memutar kembali roda sejarah.

                    Orang yang berusaha kembali ke masa lalu, adalah tak ubahnya orang yang menumbuk tepung, atau orang yang menggeraji serabuk kayu.

                    Nenek moyang kita dahulu selalu mengingatkan orang yang meratapi masa lalunya demikian “Janganlah engkau mengeluarkan mayat-mayat itu dari kuburnya” dan konon, kata orang yang mengerti bahasa binatang, sekawanan binatang sering bertanya kepada seekor keledai “Mengapa engkau tidak menarik gerobak?” lalu keledai menjawab “Aku benci khayalan!”



                    Semua itu adalah bencana besar, manakala kita rela mengabaikan masa depan dan justru hanya disibukan oleh masa lalu. Itu sama halnya dengan kita mengabaikan istara-istana yang indah dengan sibuk meratapi puing-puing yang telah lapuk. Padahal, betapa pun seluruh manusia dan jin bersatu untuk mengembalikan semua hal yang telah berlalu, niscahya mereka tidak akan pernah mampu. Sebab yang demikian itu sudah mustahil pada asalnya.

                    Orang yang berfikir jernih tidak akan pernah melihat dan sedikitpun menoleh kebelakang. Pasalnya, angin akan selalu berhembus ke depan, air akan mengalir ke depan, setiap kafilah akan berjalan ke depan, dan segala sesuatu bergerak maju ke depan. Maka itu janganlah pernah kalian bersedih hanya untuk mengingat masa lalu yang kusam.

    Yang Lalu Biarlah Berlalu

    0
  • - Copyright © 2013 Iis Haerunisa Blog - K-ON!! - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -